X
    Categories: Berita

Bedah Isi Kotak P3K di Mobil

Dalam aktivitas ber­kendara sehari-hari, ada banyak hal yang tidak pernah kita duga terjadi secara tiba-tiba. Mungkin perjalanannya tidak terlalu jauh dan tidak membahayakan. Namun pengguna jalan lain bisa saja membuat ke­salahan dan menimbulkan insiden. Ada baik­nya jika selalu siap dan waspada terhadap hal-hal yang bisa membahayakan diri Anda maupun pe­ngendara lain.

Perlu diingat, isi kotak P3K memang bukan media pengobatan. Tujuannya untuk meringankan luka penderita, menjaga korban agar tidak menjadi parah, dan mendukung penyembuhannya. Sayangnya, sering kali korban yang mengalami perdarahan tidak terta­ngani de­ngan baik. Padahal dengan adanya kotak P3K standar, perdarahan bisa dihentikan meski untuk sementara. Yang harus menjadi catatan adalah pada beberapa kondisi, korban hanya bisa ditangani tenaga medis profesional. Karena itu, jika menemui korban jiwa atau terluka parah, sebaiknya segera menghubungi pihak berwajib yakni rumah sakit dan kepolisian.

“Selanjutnya sambil menunggu pertolongan itu datang, jika kondisi memungkinkan Anda dapat melakukan pertolongan pertama dengan menggunakan kotak P3K yang ada dalam mobil,” jelas Dr. Anita Theresia dari klinik Pejuangan di Jakarta Barat. Makanya mempersiapkan Peralatan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan atau P3K menjadi hal wajib dalam kegiatan berkendara.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012, yang meng­atur tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Umum, kotak P3K menjadi salah satu kelengkapan yang harus ada di dalam mobil. Dengan kata lain Anda bisa saja dikenakan tilang oleh aparat yang berwenang jika tidak membawa kotak P3K saat berkendara di jalan umum.

Namun kotak P3K umumnya hanya digunakan ketika terjadi insiden. Hal ini membuat kotak P3K jarang tersentuh pengguna. Oleh karena itu kotak P3K perlu diperiksa rutin setidaknya 3 bulan sekali, untuk mengecek konten di dalamnya. Apakah masih dalam kondisi yang baik atau sudah kadaluarsa. Bila sudah terlewat masanya, harus segera dikeluarkan dari kotak dan diganti baru. Harus diperhatikan pula bebera­pa obat cair seperti obat merah (mercurochrome) dan alkohol yang tumpah dapat merusak perlengkapan P3K lainnya jika dibiarkan lama.

Kelengkapan isi kotak P3K yang dijual di pasar memang beragam. Dari yang harga murah hingga ratusan ribu rupiah. Isinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Anda dapat membeli kotak P3K di apotek atau toko lainnya. Bila Anda sukar menemukannya, meramu sendiri kotak P3K sesuai kebutuhan bukan perkara sulit. Pilihlah kotak yang lapang, tahan lama, mudah dibawa dan dibuka.

Alternatif lain, Anda dapat menggunakan kotak dari plastik yang sering digunakan sebagai tempat penyimpanan. Kotak ini cukup ideal karena ringan, memiliki pegangan, dan menyediakan ruang yang cukup.

Kelengkapan P3K

Isi kotak P3K pada tiap mobil memiliki perbedaan. Jumlah barang yang ada pada kotak P3K juga berbeda di tiap mobil. Misalkan pada mobil Jepang, yang menyediakan kotak P3K versi standar yang umumnya dapat kita temukan di pasar. Sedangkan pada mobil keluaran Eropa, first aid kit yang disediakan lebih lengkap dan semua barangbarang itu disimpan di dalam tas yang mudah dibawa. Berikut isi kotak P3K di mobil Eropa:

– Kasa steril
– Plester perekat gulung
– Perban perekat
– Perban elastis
– Cairan antiseptik
– Sabun
– Salep antibiotik
– Asetaminofen dan Ibuprofen (obat pereda demam)
– Obat maag
– Obat alergi/antihistamin
– Gunting
– Peniti
– Kantong dingin instan sekali pakai
– Lotion yang mengandung Calamine
– Bedak salisil
– Alkohol swab sekali pakai
– Pembersih tangan antibakteri berbahan dasar alkohol 70%
– Termometer
– Sarung tangan
– Senter dan baterai cadangan
– Selimut
– Daftar nomor telepon darurat

Beberapa barang yang sebaiknya ada dalam kotak P3K.

  • Alat pelindung. Seperti sarung tangan, celemek, dan masker. Alat-alat itu untuk melindungi Anda terhadap paparan dari luka yang akan Ada tangani.
  • Alat pembersih. Seperti alkohol, krim antiseptik atau antibakteri. Tujuannya untuk membersihkan luka demi mengurangi risiko terjadinya infeksi.
  • Kain kasa agar luka tidak terpapar udara luar.
  • Perban atau perekat untuk menutup luka setelah diberi kain kasa.
  • Obat pereda rasa sakit. Untuk meringankan rasa sakit yang diderita korban secara cepat.
  • Antibiotik untuk mengantisipasi demam atau gejala lanjutan akibat luka.
  • Gula batu atau permen manis. Untuk meningkatkan kadar gula dalam darah agar tubuh korban tidak lemas.
  • Iodin. Untuk mengontrol pertumbuhan bakteri pada luka.
  • Pinset atau kapas untuk media pengantar obat cair.
  • Buku manual yang berisi fungsi dan cara penggunaan alat-alat di atas. Termasuk cara pemberian obat dan keterangannya. Pastikan Anda telah membacanya dengan teliti sehingga ketika terjadi kecelakaan, Anda tidak panik dan bisa membantu dengan baik.